my lady.”Ternyata begitu, hmm.. Bokep India “Iya deh, jangan pulang malam-malam okay.”
“Yop.”Kuletakkan gagang telpon ketempatnya semula, mengambil celanaku dan berpakaian. “Memang anaknya seperti itu, Ray?” lanjutnya. Selalu saja anak ini tahu maksudku. Kamu mau menyuruhku minta maaf ya?”
“Bukan gitu, Ray..”
“Ya sudah deh, aku ngantuk.”Kuletakkan gagang telepon tanpa menunggu sahutan suara di seberang. Hehehehehe!Dalam perjalanan, Nia lalu bercerita bagaimana semenjak lulus SMU ia selalu berusaha melupakanku dan menolak setiap lelaki yang berusaha mendekatinya. Nia mencondongkan kepalanya. Sampainya di depan pagar, kesadaranku mendadak sedikit pulih. “Duh.. mmhh.. Kuangkat lagi gagang telpon, menekan beberapa nomor. Nikmat, anganku semakin melayang. Hup. Aku mulai jenuh menekan-nekan tanpa hasil. Pathetic, untuk cowok sepertiku. ahh..” kutariik-tarik kulit kemaluanku, merasakan nikmat pada ujung-ujung sarafnya. ahh..” Sayang, jangan mendesahkan nama Tuhan sekarang, paling tidak jangan saat ini. Kembali menelentangkan tubuhku, menggenggam batang kemaluanku.




















