Di mana? Aq menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Film Porno Ke bawah lagi: Turun. Haruskah kujawab sapaan itu? Betulkan, ia tdk akan datang begitu saja. Ia tdk bercerita apaapa. Ayo..!Aq masih diam saja. Lalu ia kembali memijat pangkal pahaku. Namun, tibatiba keberanianku hilang. Ini kesempatan kedua. Dingin. Dadaku berguncang. Apakah perlu menhitung kancing. Tdk pasang wajah perangnya.Kayak kemarinlah.., ujarnya sambil mengangkat tabloid menutupi wajahnya.Begitu kebetulankah ini? Sekarang hitung penumpang angkot dan supir. Apa yg aq harus bilang, lho tadi kedipkedipin mata, maksudnya apa?Mendadak jari tanganku dingin semua. Cukuplah kalau tanganku menyergapnya. Lalu memegang pahaku,Yg mana..?Yes..! Sambil menjawab telepon di kursi ia menunggingkan pantatnya.Ya sekarang Sayang..! Aq masih ingat sepatunya tadi di angkot. Hidungnya tdk mancung tetapi juga tdk pesek. Keringatnya meleleh seperti yg kulihat sekarang. Kerjaan untuk hari ini sudah aq selesaikan semalam.




















