Entah sejak kapan, aku sudah tinggal mengenakan bra, seragam sekolahku sudah dibuang Jenny ke pojok kamar WC ini. Bokep Mama kebetulan aku merasa ingin ke toilet.“Jen, aku ke toilet dulu ya”, bisikku. Kini lidahnya sudah melesak memenuhi liang vaginaku, dan lidah itu bergerak seakan mengorek dinding liang vaginaku. Dalam perjalanan menuju ke kelas, aku berpikir keras, apa yang harus aku lakukan. Benar benar merendahkan sekali. Jenny mengikutiku masuk ke WC.Aku mencoba mengatur nafasku yang memburu. Tapi aku cukup menderita juga atas apa yang dilakukannya, karena sesekali kurasakan dinding rahimku seperti tersodok kepala penis Pandu. Wajahnya sama sekali tidak ramah. Aku tahu aku sudah kembali berada dalam kekuasaannya.Aku hanya diam ketika pak Edy yang sudah duduk di hadapanku memandangiku. Hal ini sering terjadi karena kami memang duduk bersebelahan. Tapi kini mereka sudah mendapatkan tubuhku berkat bantuan wali kelasku yang bejat ini.




















