Kulihat Dhini sudah bertukar pakaian dan sudah mandi, tubuhnya terlihat segar…wajahnya semakin cantik dengan hijabnya.“ Aku sudah pesan makanan buat mas….ini ayam goreng dan pindang ikan khas Lubuk Linggau…enak lho mas…ini teh manis…..tapi mandi dulu ya…biar seger…” katanya sambil tersenyum“ Terima kasih sayang…. Bokep Hot Aiih kau Karim…pura-pura pula orang ini….menegangkan ototnya kau tadi….bukan mengendurkan….harusnya kau terima kasih padaku ..sudah diberi cuma-cuma menikmati bini gua…kataku dalam hati.“Sebentar pak…aku kencing dulu yaa pak….dan lanjut aku habiskan rokok sebatang ini dulu pak..maaf pak…setelah itu kito berangkat….” sambungnya denga logat Palembang yang kental, sambil mengambil rokok dari tas pinggangya.Aku menuju kemobil…aku perhatikan kembali tubuh istriku yang masih terlentang di jok mobil. Entah kenapa…Nafsu ku tiba-tiba muncul untuk menggagahinya. Dhini terpekik kesakitan ketika Ucok menggigiti puting payudaranya yang berwarna merah kecoklatan itu dan lagi-lagi dengan sekuat tenaga berusaha melepaskan dirinya,….




















