Tidak akan hadir kesempatan ketiga. Film Porno Kadang-kadang ketimun. Atau jangan-jangan dia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Lalu ngomong apa? Dipijat seperti ini lebih nikmat diam meresapi remasan, sentuhan kulitnya. Aku tidak dapat lagi memandanginya. Wajahku merah padam. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas.Betulkan, dia tidak akan datang begitu saja. Perempuan paruh baya itu pun masih duduk di depanku. Lho, salon kan tempat umum. Dia tidak lagi dingin dan ketus. “ I… i… iya sama-sama ” balasku,
Sebenenarnya aku ingin sekali ada bahan yang yang bisa kami omongkan lagi, agar aku tidak perlu curi-curi pandang kepadanya. Ah, kini dia malah berlutut seperti menunggu satu kata saja dariku. Sudahlah. Wajahku merah padam.




















