Ada sekat-sekat, tdk tertutup sepenuhnya. Lha wong Mbak Iin menutupi wajahnya begitu. Bokep Ojol Jam berapa aq berangkat. Aq hanya main dengan tangan. Masih menutupi diri dengan tabloid. Angin menerobos dari jendela. Hidungnya tdk mancung tetapi juga tdk pesek. Dia mau pulang dulu ngeliat orang tuanya sakit katanya sih begitu,” kata Iin.Setelah beberapa lama menyodoknya,“Terus dong Yg. Tetapi sejak tadi aq tdk melihat wanita yg lehernya berkeringat yg tadi mengerlingkan mata ke arahku. Tapi saya gerah.” meloncat begitu saja kata-kata itu.Aq belum pernah berani bicara begini, di angkot dengan seorang wanita, separuh baya lagi. Bagiku itu sudah jauh lebih nikmat daripada bercerita. Ia tersenyum ramah. Aq masih penasaran, ia seperti tanpa ekspresi. Aq hanya ditinggali handuk kecil hangat.




















