gumamku pelan sambil menahan tubuhku yang berguncang saat laki-laki itu mulai memompaku.Oke.. Lepaskan.. Bokep Montok seru salah seorang dari mereka.Aku terkesiap mendengar tantangannya, kulirik Rosa yang saat itu sudah berada di depan pintu keluar, dia tampak menggelengkan kepalanya, sambil memberi tanda kepadaku, agar aku cepat-cepat meninggalkan club tersebut.Brengsek! Oke? Mereka adalah teman-teman dari pemilik club tersebut. Berani nggak? Bajingan..! Saat itu keadaan Rosa benar benar sudah sangat berantakan, kemeja lengan panjang yang di kenakannya sudah terbuka lebar dan hampir lepas dari tubuhnya, sementara bra yang dikenakannya sudah tampak setengah terbuka hingga membuat satu toketnya menyembul keluar.Jangan.. jerit Rosa dgn nafas yg tersengal-sengal, dia masih berusaha meronta, ketika Pak Hendra mulai bergerak di dalam tubuhnya, membuat Rosa makin menjerit-jerit kesakitan, sampai akhirnya tubuhnya terkulai lemas tak sadarkan diri di dalam dekapan Pak Hendra.Pak Hendra masih terus memompa tubuh Rosa yang pingsan itu dengan kasar,




















