Tangannya bergantian meremas rambut dan mencengkram punggungku.Ku dorong tubuh Gisell supaya terbaring di kasur. “Iya nih. Bokep Cina “Anggap aja aku bayar utang budi karena anda sudah menolong aku….” Begitu kata-katanya guna membujukku. Biar saya hidupkan mesinnya, jadi terdapat AC dan lampunya. Kami berdua juga masuk ke dalam mobil. “Mana barangkali ada orang jahat pura-pura mohon tolong jam segini ditengah hujan deras, dengan mobil yang lebih mahal dari mobil yang ku bawa malah…” Pikirku dalam hati. Aku juga kaget sebab ternyata ia seorang perempuan, dari suaranya tersiar belum terlampau tua. Suaranya telah parau, kelihatannya ia baru saja menangis. Gisell terdiam seraya memandangi kaca depan mobil.“Maaf bila aku lancang, melulu bertanya…” Tambahku cemas ia tersinggung dengan pertanyaanku barusan. Ku baringkan dan ku selimuti, kemudian aku ikut berbaring di sampingnya. Tangannya mencengkram perutku, kepalanya mengadah ke atas dengan mulut tersingkap lebar seakan udara tak dapat




















