protes lawan mainku, akhirnya aku hanya bisa menuruti kemauannya.Buka.. Ouh..!! XNXX Bokep tanyaku kepada mereka.Tenang aja, kamu hanya lepas baju aja kok! ujar Rosa dgn nada menyesal.Thanks banget untuk usaha lu Ros. Berani nggak? ujarku sambil membalikkan tubuhku.Bisabisa aku telanjang kalau dalam sepuluh game itu aku kalah terus, pikirku dengan sebal. Bajingan..! Tumben mampir ke sini? Aku berjalan lunglai dari ruangan karyawan, bingung memikirkan nasibku besok, saat kulihat Rosa sudah menungguku di ruang tungguGimana Is? Kami janji nggak akan berbuat macam macam..! Kamu cantik Isma..! jawabku dengan nada bingung, sebenarnya aku mulai tertarik untuk memenuhi tantangan mereka, dengan harapan aku bisa memenangkan seluruh game, lagipula aku benar benar membutuhkan uang tersebut.Sudahlah.! Uh.. Nggak apaapa deh, besok gua minta keringanan aja dari kampus ujarku dengan nada lemas.Elu sendiri, dari mana.?




















