ahh”, teriakku mendadak tersemprot cairan mani yang sangat kental dan banyak karena sudah lama tidak dikeluarkan itu kedalam mulut mbak Sinta.Dia terus memnghisap dan menelan maniku seolah menikmati cairan yang kutembakkan itu, matanya merem-melek seolah ikut merasakan kenikmatan yang kurasakan. Bokeb Kok pake ngaceng segala sih, pasti mikir yang ngga-ngga ya. Terasa basah dan sedikit becek, padahal saya cuma menggosok-gosok saja dengan jempol kaki.“Yes.. Begitu pula pengakuan teman-temannya sesama suster. Tapi saya tidak berani berbuat apa-apa, cuma berharap dia tidak melihat kearah kontolku.Saya cuma tersenyum dan tidak bicara apa-apa. Maklum, dokter belum mengijinkan aku untuk mandi sampai demamku benar-benar turun.Akhirnya saya menekan bel yang berada disamping tempat tidurku untuk memanggil suster. Mbak musti tanya dulu sama pak dokter apa adik sudah boleh dimandiin apa belum”, jelasnya ramah.Mendengar kalimatnya untuk “memandikan”, saya merasa darahku seolah berdesir keatas otak semua.




















