Nyaris saja kopi susu itu keluar dari mulutku dan membasahi foto copy makalah di atas meja. Karena ia adalah temanku, sahabatku, orang yang kukasihi.Jay? Bokep Cina Terkadang aku menyesal menyerahkan Chie kepadanya. “Chie sudah tidur.”
Kupalingkan wajahku, menatap Jay yang sudah duduk di sebelahku. Aku yang pantang bercinta dengan perek dan pelacur. Sudah kuduga. Di sebelahku, Jay menikmati kepulan asap rokoknya yang membuyar di balik dedaunan pohon yang mengelilingi kami.Surabaya, pertengahan Mei 1999Kupeluk tubuh itu erat-erat. Jarang mungkin kita melihat seorang gadis indo dengan kulit putih, hidung mancung dan rambut kemerahan duduk menghabiskan waktu bersama teman-temannya di warung sate di pinggir jalan, dengan celana jeans sobek di lutut dan tangan yang melambai-lambai ke segala arah, setiap kata-kata riang keluar dari bibirnya.




















