Pikiranku berkecamuk soal pekerjaan yang akan kuhadapi sehari lagi dan sama sekali belum kusiapkan. Kemungkinan-kemungkinan tidak kuperoleh data yang kuperlukan juga kucatat. Bokep Family Terima kasih banyak ya mau menemanin aku.”, kata Iswani dan mencium pipiku. Aku menggelengkan kepala saja dan meneruskan merokok. “Mana bisa aku menolak dibawah ancaman cubitannya Mbak”, jawabku bergurau. Kuperlambat gerakanku untuk memperpanjang babak ini. Dengan membungkukkan badan kuraih kedua pantatnya yang masih dilindungi celana dalam, lalu kuremas dengan kedua tanganku. Beberapa data yang masih kurang demi kelengkapan data kucatat dalam jurnal kerjaku. Tiba-tiba aku merasakan sebuah rasa kesepian menyelinap masuk dalam hatiku padahal sejak lama aku terbiasa bepergian jauh seorang diri bahkan dengan jangka waktu yang lebih lama dari ini, tapi kali ini.




















