“Ya Erik..aku adalah milikmu. Bokep Ojol Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi. Dan lagi, sekarang.. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok. Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. “Ya Erik..aku adalah milikmu. Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Celana dalamku juga akan dilepasnya. Tapi, tidak saat ini. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. “Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Aku tidak mau bergerak juga, seolah-olah aku sengaja ingin ditemukan oleh Erik. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Mungkin karena puber. Sakit!! Celana dalamku juga akan dilepasnya.




















