Langsung disambut ucapan Asep tersebut oleh Ika, “Ayo cepetan..! Bokep STW asal jangan sangar yah tun..!”Dan terakhir terdengar suara Iwan yang tak mau kalah juga, “Ka.., Aku boleh kan menciumimu mulai dari bibir hingga lehermu Ka.., boleh kan..?”
Ika menjawab dengan nada seperti kesakitan, “Awww.. Biar rame..!” katanya. Hanya berselang beberapa menit, mereka masuk ke kelas seorangseorang agar tidak ketahuan oleh guru kami.Hari itu tidak terasa lama sampai bel keluar sekolah berbunyi. Kita mainkan..”Ika menjawab dengan nada lemas, “Aduh Sep..! awas Ka..! Ika memiliki rambut sebahu, hitam tebal, pokoknya oke punya tuh doi.Setelah bel kelas berbunyi yang tandanya masuk belajar, semua muridmurid masuk ke kelas. Kayanya Aku udah capek Sep, sorry yah Sep..!”
Akhirnya Asep kesal pada Ika dan langsung saja Asep menarik tangan Ika kepada alat kelaminnya dengan menyodorkan alat kelaminnya.“Ka.., pokoknya Aku enggak mo tahu.., Aku pinggin kaya mereka berdua..!”
Ika menjawab dengan nada










