Selama ini aku sangka itulah seks. Katanya, dengan pakaian itu kecantikan aku bagai bidadari turun dari langit.Pakaian itu ada yang berwarna hitam, putih maupun merah muda. Bokep Tangan aku dilingkarkannya
pada pinggangnya, sementara Bari memeluk kami bertiga.Aku mulai merasakan sesak napas terhimpit tubuh mereka. Mungkin karena gemas melihat aku, bibirnya lantas kembali memagut. Suatu ketika aku menemukan mereka
duduk diruang tamu sambil meminum minuman yang tampaknya adalah minuman keras. Aku menutup mata dan menikmati momen tersebut.Nafas aku semakin memburu saat aku merasakan bahwa aku mendekati klimaks. Yang membuat aku benci kepada diri aku, walaupun aku
merasa sedih, kesal, marah bercampur menjadi satu, namun setiap aku teringat kejadian itu, aku merasa
basah pada selangkangan aku.Malam itu, saat aku menyiapkan makan malam, Kholis tidak berbicara sepatah katapun. Tahulah, aku dari keluarga yang kolot. Tetapi tidak lama aku mulai merasa mengantuk. Tetapi kedua tangannya memegang kedua
belah tangan aku.




















