Bathinku setelah menelpon Bondan.“Temen-temen, maaf ya Bondan nya lagi ada urusan pekerjaan, jadi dia ga ada dirumah. Bokep Tante Lo balik aje ude.” Namun dewi cuma menjawab “Oooohh” dengan intonasi layaknya orang sedang marah.“Iye dah iye gue send loc, bawel lo ah. Dan satu tangannya mengusap air mataku.“Aku nyaman, bahagia, pas dideket kamu. Karena aku tau kamu menjaga betul kehormatanmu sebagai wanita” ucapnya.Lagi-lagi air mataku tak dapat kubendung, akupun memeluknya sangat erat dan menangis bahagia di pundaknya seraya berbisik ke telinganya “kasih aku kesempatan cil”.“Kamu kok tau nama panggilanku dulu?” Ucapnya kaget.“Ada deh, aku cinta kamu cil. Biarpun begitu aku tidak bisa marah kepadanya, aku paham betul kenapa dia bisa sampai seperti ini. Lalu akupun duduk di samping ia tidur. Aku janji kamu juga akan mencintaiku”.“Semoga” jawab bondan datar.“Eeh kok itu kamu berdiri sih, isssh mesum. DEWI…“assalamu’alaikum”, sapaku“Wa’alaikum salam. Lo liat diri lo




















