Waktu membawa keheningan. Lalu aku terbang ke alam fantasi. Bokep Jepang Indra Lesmana? Kalau tidak kita sudahi saja.”
Kutatap ia dengan wajah berkerut. Kutekan tubuhku ke tubuhnya, hingga separuh tubuh kami bertindihan di atas sofa. “Perjaka. Ia mengulurkan tangannya, berusaha mendorong perutku. Kulit yang putih dan halus itu membuat darahku berdesir. Kamu merusak mood-ku saja.”
“Maaf. “Ruang tamu yang nyaman,” ucapnya beberapa saat setelah kuletakkan gelasku ke atas meja. “Dingin kalau bisa.”
Saat aku kembali dengan dua gelas air dingin, kulihat ia sudah membuat dirinya nyaman di ujung sofa L. “Apa kerjamu tadi?”
“Di sebuah perusahaan distributor material bangunan.”
“Oh ya, aku lupa. “Hey, jangan cemberut begitu. Aku menekan pedal gas dan menyetir, tanpa sedikitpun tahu kemana aku harus menuju.




















