Tiba-tiba Evi teriak, meminta sopir untuk menepikan mobilnya. Tiapun tidak mau kehilangan moment, selama perjalanan pulang, Tia mendekap erat tubuhku dan menempelkan dagunya dipundakku sambil sesekali mengkomentari indahnya pemandangan sepanjang perjalanan.Sambil mencuri-curi kesempatan,Bibirnya pun tak henti-hentinya merayu dan menciumi pipiku seolah tidak meghiraukan Evi yang terbakar api cemburu. Bokep Family Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. Aku hanya tersenyum dalam hati. Satu demi satu pakaian kami tanggalkan. Dan kejadian itu tanpa sepengetahuan Tia. Aku hanya sanggup menganggukkan kepala. Tentu saja dia cemberut sampai mukanya dilepat-lipat jadi tujuh.Sesekali aku hanya bisa mencuri-curi pandang ke arah Evi yang matanya juga tidak pernah lepas menatap setiap gerak gerikku dan Tia.




















