Rendi ini terkesan cool. Sebenarnya ayahku adalah salah 1 direktur ternama disebuah perusahaan, tentunya soal materi aku tidak bermasalah. Vidio XNXX Kadang kita harus bersuara juga” tambah Rendi“santai kuy, gua mah yang penting nilai gua aman, hahahaha” kataku sambil tertawaTak lama kemudian“taraa pesenan sudah diantar” kata rendi yang tiba-tiba muncul di meja kami“anjay, cocok lu jadi pelayan Yo” kataku sambil menepuk pundaknya“eh sopan donk kalau ngomong. ” tanya Rendi“ya gitu lah Ren, gua hanya ngikut aja kek mana maunya temen-temen gua” jawabku sambil mengecek HP“hmmm gitu, tapi lu jangan maen nerima-nerima aja Yan. Tapi saat bertemu dengan orang yang sudah lama ku kenal, jiwa setanku bergejolak“eh pada mau makan apa ini? Jujur aja kelen laki-laki yamg pertama dilihat dari seorang wanita pasti bukitnya“seger ya rasanya, pagi-pagi keluar kos udah disambut pemandangan indah” kataku mencoba menggoda tetangga ku ini“pemandangan apa mas” jawabnya dengan tersenyum










