e.. Ada yang ketinggalan.” Segera kubuka lokerku, kagetnya aku ternyata lokerku kosong, rupanya aku memang tidak pernah menaruh barang di situ. Bokep Montok Sendiri lagi deh, tapi jangan putus asa Lex, cari lagi, mungkin kamu bisa memperoleh tantangan baru nanti. Tidak, sebenarnya.. Kakak ingat dengan teman chatting kakak kemarin dulu?”
“Yang mana?” Tanyanya penasaran
“Nick.. kalo-kalo..” Belum selesai kata-kataku, Kak Jefri mendekatiku dan bertanya dengan serius. Kembali ia mengantarku pulang dan dalam perjalanan pulang saya sempat menciumi bibirnya sekali lagi dengan mesra. Sedangkan aku, walah-walah, lebih baik aku mengurungkan niatku untuk mengenal dia yang mempunyai standar ‘gampang laku bila beredar di pasaran’.Akhirnya mimpiku hanyalah mimpi, tapi aku tidak habis pikir, betulkah pria tadi siang itu gay, andaikan betul, beruntung benar pria yang akan jadi kekasihnya nanti.




















