Terus. Film Porno Sengaja ga pake CD?” goda Bram. Dalam hati dia berusaha membenarkan pilihannya dengan mengatakan, mungkin ini memang perlu, demi kami berdua, dan demi keluarga. Di atas pinggang, gaun mini itu mendesak sepasang payudara Tia sampai nyaris tumpah ke luar, sementara pundaknya terbuka. Dan dia dikerubuti oleh mereka, dipegangi, ditelanjangi, dipaksa…“AHH~!!” Bibir merah Tia menganga, mengerang tertahan, selagi kepalanya tersentak ke belakang dan sekujur tubuhnya gemetar. Dan Bram merasa masih kuat melanjutkan. Jadi seharusnya dia tidak heran kalau Bram ketahuan punya kebiasaan buruk seperti itu. Dia cuma bisa menjawab pelan-pelan.“Bukan… bukan gitu… tapi kamu… Aku… nggak…”Tia tambah sewot. Tapi itu baru permulaan. Seumur hidup belum pernah dia seagresif itu, jadi dia deg-degan sendiri waktu akhirnya berani bicara keras di muka Bram. Tia sudah kelihatan marah sekarang. Apa mau terus-terusan? Melihat muka Bram yang tambah panik, Tia memberanikan diri untuk agresif.




















