“Udah malam Syen, lain waktu aja”Syani tak menjawab, malah meremasi penisku yang udah tegang. “Ngaco . Bokeb Oohh . Maaassss ..” Syeni merintih keenakan, sekarang ia memanggilku Mas ! Waktu menarik roknya ke bawah, aku mengharapkan akan menjumpai CD hitam yang tadi sebelum memeriksa dadanya, sempat kulihat sekejap. Sudah masuk tahun ketiga aku buka praktek di sini semuanya berjalan biasa-biasa saja seperti layaknya praktek dokterr umum lainnya. “Uuuuuhhhhhh .. Ketika rintihan Syeni makin tak terkendali, aku khawatir kalau kedua suster itu curiga. Entar jadi lagi”
“Jangan khawatir, Syeni pakai IUD kok” Inilah jawaban yang kuinginkan. Penyakit yang memang sedang musim bersamaan tibanya musim buah.“Cukup Bu .”
Syeni bangkit dan menurunkan kakinya. ? Atau vagina Syeni memang sempit. “Saya engga tahu Dok”
“Bisa Ibu periksa sendiri. Dalam kebimbangan ini tentu saja aku memelototi terus sepasang buah indah ciptaan Tuhan ini.“Kenapa Dok ?” Pertanyaan yang mengagetkan.




















