“Sakit sayang?”“Perih”, bisiknya di telingaku. Kurasakan dia mengangkat-angkat panggulnya dan tangannya menjambak rambutku. Vidio Sex Saya biasa memakai credit card. Dan sekarang aku menilai dia benar-benar cantik, tidak hanya lumayan cantik. Apalagi yang kucari dalam hidup ini? Saya biasa memakai credit card. Goyangan panggul dan sedotan liang nikmatnya benar-benar membuat aku ketagihan dan semakin jatuh cinta padanya.Tetapi kesedihan itu datang. Aku akan memberi uang masuk.”“Saya mau digugurkan saja”, katanya.Aku mengkertakkan gerahamku menahan marah.“Kamu mau apa tidak?!”, teriakku. Sebelum dia turun kutanya: “Ermita, apakah tujuh setengah juta cukup untuk membayar uang sekolahmu yang belum dibayar?” Aku mengeluarkan uang itu dari balik kemeja dan memberikan kepadanya. Kudorong ke depannya potongan rendang yang dia terima dengan senang hati dan juga seekor ikan goreng seukuran tapak tangan. Perlahan kudekatkan wajahku ke wajahnya. Apa kamu memberikan dirimu pada orang lain?” Dia kembali menoleh padaku tajam.




















