Sangat gemetar. Bokep Montok Sedikit ku remas, tapi tidak banyak. Aku bisa mendengar degup jantungku di telingaku sendiri. masih terpejam. Tidak melorot sih sebenarnya. Itu berarti sepatu anak itu kena celanaku. Pelan-pelan kuelus bukit indah itu, dari tepi ke kanan. Dia mengerti hal itu.“Ke bawah ….,” bisiknya sambil mengarahkan tanganku yang tadi ada di dadanya ke arah bawah. Dia menyerah.Kembali jari tengahku mencari tempat tadi. Ya, kearahku. Aku terkejut.Ternyata itu bukan kaki anak kecil. Sehingga posisi saat itu, lenganku tepat di depan dadanya. lebih baik begitu daripada menyiksa “adikku” yang sudah tegang luar biasa.Aku tiba-tiba menghentikan elusanku dan menarik tanganku. Bakalan lama nih. Di dalam mulut seorang ibu. Nikmat tak terkira.Tampaknya dia sudah sering melakukan ini. Dia bangkit, kemudian tersenyum kepadaku. Mungkin tidak terdengar.




















