“Kamu sudah berkeluarga?” tanyaku lagi tidak mempedulikan perkataannya. “Ah ibu Widya.. Bokep Mama Maaf Bu tapi aku harus segera pulang” rupanya dia sudah merasa gelisah. Lagian sudah ganti shift.. Apa boleh buat aku yang memancingnya, kini aku yang harus mengantisipasi itu dengan segera memegang kendali ‘permainan’ ini.Tangan Bramanto mulai meraba pergelangan kaki kananku yang kutumpangkan diatas pahanya.“Kamu menginginkan aku khan?” kataku halus namun penuh penekanan. Pikiranku kembali terbayang pada kejadian paling menghebohkan yang kualami hari ini. “Ehm.. Antara kaget dan malu aku menghardik mereka berdua bagai seorang kakak yang marah pada adik-adiknya.“Ngapain kamu berdua disini.. Pak Hendra dan kamu diam-diam saja” Aku berbicara dengan tegas dan singkat.Yang jelas aku ingin cepat-cepat meninggalkan ruangan toilet wanita ini. Masuk aja” aku mengundangnya masuk.Saat yang bersamaan tanpa diundang semua stimulasi yang kuterima hari ini turut memasuki pikiranku dan menentukan keputusan buatku.“Kebetulan aku lewat dan melihat ruangan




















