Perasaan Fenty jadi gelisah.Sejak saat itu Fenty secara sadar arau tidak selalu memperhatikan gerak gerik Papanya. Setelah beberapa menit, telinga Fenty menangkap suara ranjang berderit berulang-ulang. Bokep Ojol Darah Fenty mulai berdesir.“Ada apa sih, Fen?” kata Papanya lagi sambil tersenyum.Ucapan Papanya tidak bisa terus ketika bibir mungil Fenty mengecup bibirnya.“Fenty sangat sayang Papa,” bisik Fenty lirih sambil bibirnya melumat hangat bibir Papanya. Sambil tetap berciuman diremasnya pelan kontol Papanya. Kenikamatan dan sensasi yang sangat luar biasa dirasakan oleh Fenty saat itu. Fenty terpejam sambil menggigit bibir sementara tangannya tak henti mengocok kontol Papanya.“Cepat masukkan, Pa…” pinta Fenty.Papanya tersenyum lalu bangkit dan segera menaiki tubuh anaknya. Papanya lalu mencium bibir Fenty.“Kamu hebat sayang…” bisik Papanya. Setelah beberapa menit, telinga Fenty menangkap suara ranjang berderit berulang-ulang.




















