Wajah Nurul semakin tegang, keringat mulai membasahi wajahnya, tak sepatah katapun keluar dari mulutnya, aku tahu dia sedang bingung, malu, dan mungkin takut juga. Film Porno “Tumben jam 9 baru datang Nur?” Tanya istriku, “Iya mbak, tadi praktik bedah dulu. ku lihat jari tengahnya terus menggosok bagian tengah memeknya, aku zoom kamera HPku, dan melihat secara close up apa yang sedang dia lakukan. O ya mas, boleh kan aku pakai ruang kerjanya, aku mau buat laporan” lanjut Nurul. Aku mulai perhatikan Nurul yang tampaknya tidak mengetahui keberadaanku. Dia mulai membuka celana pendek yang aku kenakan sampai ke lutut, Nurul agak terperangah meihat kontolku yang mulai tegang dan begitu menonjol seakan celana dalamku tidak sanggup memuatnya.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, apa kamu lupa kamu tinggal dimana?” sahutku agak tinggi, dia terdiam. Sampai akhirnya tangannya berhenti ketika daster mulai sampai di bagian perutnya. Suatu hari, sepulang kantor aku membuka




















