Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Bokep Twitter Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku? Katanya mau kayak Rasul? Katanya mau kayak Rasul? Tes! “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. “Ummi… isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga.




















