Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Bokep Asia Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Subhanallah … Alhamdulillah…********Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka.




















