Segitiga tipis yang hanya selebar kira-kira dua jari itu terlalu kecil untuk menyembunyikan semua bulu yang mengitari pangkal pahanya. Dan..,” sesudah menarik nafas panjang, kukatakan alasan sebenarnya.“Saya juga sering menduga-duga, apakah kaki Mbak juga ditumbuhi bulu-bulu.”“Persis menyerupai yang kuduga, kamu niscaya berkata jujur, apa adanya,” kata Mbak Lia sambil sedikit mendorong kursinya.“Agar kamu tidak ingin tau menduga-duga, bagaimana kalau kuberi kesempatan memeriksanya sendiri?”“Sebuah kehormatan besar untukku,” jawabku sambil membungkukan kepala, sengaja sedikit bercanda untuk mencairkan pembicaraan yang kaku itu.“Kompensasinya apa?”“Sebagai rasa hormat dan tanda terima kasih, akan kuberikan sebuah ciuman.”“Bagus, saya suka. Bokep Mama Sambil melepaskan sepatu itu. Kecupan-kecupanku semakin usang semakin tinggi. Jhony! Mbak Lia masih tersenyum. Tercium aroma segar yang membuatku menjadi semakin tak berdaya.




















