Nafsu seksnya semakin menggebu melihat perubahan di tubuhku. Bokep Montok Dia tambah gelagepan.“Hussh, Mas. Gimana hayooo?” rengek suamiku. Yang kulakukan hanya memeluk suamiku erat-erat. Aku benar-benar tidak sopan,”“Lho, khan bukan kamu yang mengajak kita tidur bersama. Dua hari berikutnya, justru suamiku yang merasakan perbedaan sikapku.“Dik Idah, ada apa? Kami berpelukan lama dan saling berpandangan. Aku mengerang-erang tidak karuan. Segera kontol itu masuk seluruhnya ke dalam lobang tempikku. Anda akan mendapatkan anak ketiga,” kata dokter itu riang.Kami mengucapkan terimakasih atas ucapan itu, dan sepanjang jalan pulang tidak berkata sepatah kata pun.Setelah itu suamiku tidak menyinggung masalah itu lagi, bahkan dia memberi tahu pada anak-anak kalau mereka akan punya adik baru.




















