Bener ya Dok”“Bener Bu”“Kok Ibu sih manggilnya, Syeni aja dong”“Ya Syeni” kataku sambil mengecup pipinya.“Ehhhhfff”Begitu Syeni keluar ruangan, Nia masuk.“habis Dok”Dia langsung berberes. Perlahan pula aku menurunkan rok pendeknya. Bokep Cina Putih bersih dan bulat.Syeni lalu membuka kakinya. Saatnya puncak hubungan seks hampir tiba. Hhmmm .. Yang tak wajar adalah, Syeni memejamkan mata seolah sedang dirangsang !Memang ada sedikit benjolan di situ, tapi ini sih bukan tanda-tanda kanker.“Yang mana Bu ya .” Kini aku yang kurang ajar. Putting kirinyapun sudah tegang . Umumnya mereka puas atas hasil diagnosisku, bahkan sebagian besar pasien merupakan pasien “langganan”, artinya mereka sudah berulang kali konsultasi kepadaku tentang kesehatannya. Yang tidak biasa adalah Syeni masih membiarkan kaosnya tersingkap.




















