Wajahku jadi terbenam di selangkangannya dengan posisi terus berlutut dan kedua tanganku yang masih terikat ke belakang. Bokep Crot kamu pasti lebih suka lagi sama isinya deh..” katanya sambil menarik sepatunya dari mukaku.Dengan cepat diangkatnya kaki kanannya lurus ke depan hingga kakinya hanya beberapa centi saja di depan mukaku. Aku dan Sylvi saling memandang sejenak lalu tertawa bersama. “Slurp.. “Slurp.. Sylvi tetap tak membuka ikatan tanganku, bahkan memindahkannya ke belakang kursi, sehingga posisiku mirip orang tahanan yang sedang diinterogasi. “Kamu harus berterima kasih sama ini sepatu yang membuatmu keenakan,” tambahnya lagi sambil melepas sepatu berhak tingginya dan menyodorkannya ke mukaku. Dari kejauhan kulihat dia mulai melepas blazer dan bajunya sekaligus, sementara BH dan rok mininya masih dibiarkan menempel. Dari situ kugeser lagi bibirku ke samping kakinya hingga ke mata kaki yang membuatnya menggelinjang kegelian. ciumi apa yang ada,” perintahnya sambil tersengal-sengal. Sylvi tak




















