aaaaaagggghhh..” Awalnya Rena merintih namun akhirnya diapun mendesah menikmati goyangan tubuhku yangterus saja bergerak maju mundur di atas tubuhnya.Dia mencengkrama punggung dan juga tubuhku bahkan sesekali dia mengerang panjang “OOoouuuuuuuugggghhhh….. XNXX Jepang aaaagggghhhh.. pelaaaan… aaaaggghh… aaagggghh… aaaaagggghhh…. Kamipun bersantai sambil mengobrol di ruang tamu apartemen Rena yang menyatu degan pantrinya.Sampai-sampai aku tidak menyadari kalau jam sudah menunjukan 7 malam, akupun hendak pamit tapi Rena menyuruhku untuk makan malam disini sebenarnya aku ingin menolaknya tapi dia keburu bangun dan langsung masak sesuatu untuk kami. Dan aku tidak menduga sama sekali ketika aku mebuka pintunya aku lihat dia sedang asyik tiduran dengan tubuh yang sudah tidak lagi memakai pakaian sehelaipun, mirip sekali dengan pemain dalam adegan cerita sex yan sering aku baca.Bagai ada magnet yang menarikku aku mendekat padnya, diapun tersenyum namun aku tahu tatapannya penuh dengan nafsu “Ayo sayang… puaskan Rena kali ini..” Lirih




















