Mia menggosok dada, punggung dan lengan saya. Saya wanti-wanti mereka untuk tidak memberitahu kakak atau saudara saya karena tidak mau diganggu selama diopname.SelasaJam 5:45 pintu kamar saya terbuka, seseorang membawa sarapan disusul oleh seorang pria yang membawa kotak putih, rupanya ia perlu mengambil darah saya untuk dibawa ke lab. Film Porno Masih lemas?” tanya Mia.“Sudah sehat, kan tadi sudah saya jawab” kata saya sedikit bingung. “Panggil Arthur saja, enggak usah pakai Pak. Kontol saya langsung terayun kearahnya. “Biasa, rotasi jam kerja” kata Mia.“Senang melihat Mia lagi” kata saya sedikit merayu, tanpa saya sadari saya menyentuh lengan Mia. Selesai mandi, Mia membantu saya memakai baju lalu saya nonton TV sambil menunggu dokter datang.Jum’atSaya sudah merasa sehat sekali.




















