Gedoran bertubi tubi di pintu depan membuat Andhika terloncat dan atas sofa.Panik mencari pakaiannya yaang terhempas entah ke mana. “Entahlah. Bokep Indo Terbaru Kopi pahit yaang ia beli di warung angkringan tidak mampu membuat matanya melek. Pekarangan rumah Andhika yaang cukup luas masih kelihatan basah. Dedaunan di pohon-pohon mangga yaang tumbuh sana tampak basah oleh gerimis yang turun malu-malu & atas langit.Mata Andhika tiba-tiba tèrtumbuk pada kursi anyaman bambu yaang ada di bawah pohon mangga di ujung pekarangan.Ingatannya melayang pada kenangan masa silam. “Entahlah. Tetapi Andhika tidak peduli. Bisa-bisa nanti kamu kesambet setan .“ sambut Annisa begitu Andhika turun & mobil. Pokoknya sulit bagiku untuk melupakan kamu An:’ kata Andhika seraya meraih lengan Annisa. .jdi siapa perempuan yang aku temui semalam, Pak?” tanya Andhika bergidik “Entahlah ujar warga saling pandang.




















