Jam 6 pagi aku meninggalkan rumahnya. Bokep Colmek Kepalaku sudah berat bukan kepalang. Aku merutuki diriku sendiri. Terus terang untuk berdiri pun aku sulit saat itu. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah. Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. Aku merasa sudah tidak tahan lagi. Tapi sengaja aku membuat diriku seolah-olah seorang yang sedang dalam trauma psikis yang hebat. -Mereka Salah-) luluh kalau berhadapan dengannya.Hari Senin di kantor. Atau ia sekarang punya kepandaian mencopet?Tahu-tahu aku didudukkan di bangku kiri. Dengan mengenakan daster pendek jauh di atas lutut model tank top. Malam itu begitu indah. Leave her Alone..!” Tapi entah mengapa hatiku (Sebagian temanku bilang aku tidak punya..




















