Terasa keras sekali dan rupanya sudah berdiri sempurna. Bokeb Betapa kagetnya aku sembari menoleh ke arahnya tetapi tampak wajahnya biasa-biasa saja. Emm.., Majalah jorok”. Emm.., Majalah jorok”. Setelah semuanya tenang dia bertanya padaku, “Gimana, Et? “Ya, pagi semua. Dia berkata lagi, “Sama, saya juga”.Kemudian aku agak tersenyum dan tertidur karena memang aku lelah, tetapi aku tidak tahu apakah Pak Freddy juga tertidur. Aku hanya menggeleng, entah kenapa sejak itu aku mulai pasrah dan mulutkupun terkunci sama sekali. Ayo kita makan, nanti keburu dingin nasinya”.Astaga! Ya, ndak apa-apa”.Kemudian sengaja aku menggoda sedikit pandangannya dengan menaikkan salah satu kakiku seolah akan membetulkan sepatu olah ragaku dan karena masih menggunakan celana pendek, jelas terlihat keindahan pahaku.




















