Dia tersenyum, “iya, aku tahu. “tahan ya sayang, bentar lagi enak kok” jawabku berbisik di telinganya. Bokep Cina ” Terserah kamu dech” katanya sambil berdiri.”mau kemana?” tanyaku. Dia tersenyum, lantas mengangguk. “aaagghhhh…sayang, saaakkkiiittt….” Katanya, aku terus menjilati bagian dalam telinganya sambil terus mendorong kontolku pelan. “makasih ya sayang”kataku sambil mencium keningnya.Ternyata malam tahun baru itu, kedua teman kostku memutuskan untuk tidak kembali ke kost. “aaggghhh… kamu mau ngapain? Aku diam saja, karena merasakan kontolku perlahan mulai menggeliat. Tangannya mengocok pelan kontolku. “Enak sayang?” dia mengangguk, kocokan tangannya di kontolku melemah, kemudian berhenti. Tapi tentu saja layar komputerku masih memutar film BF itu. Sengaja ku angkat dadaku sambil bertumpu dengan tangan kanan. “aku malah belum pernah ML ama Wanda (Vina mungkun mengira aku masih berpacaran dengan adik tingkatku di kampus yang memang dia kenal) tapi sama cewek lain penah sekali” jawabku setengah jujur.




















