“Tanggung” pikir aku. Tak pernah
sekejappun Diana membuka kedua matanya, sambil terus berdesis-desis pelan. Bokep Asia Aku lepas segera semua baju yg aku kenakan juga CD aku. Aku mendadak bengong, selain ruang yg penuh dgn alat elektronik dan hanya ada meja pingpong ini,
hanya ada Aku, Diana dan Pak Sebastian. “Sebentar yaa”..mendadak aku bangkit, aku segera matikan USG dan lampu ruang elektronik yg terang benderang itu dgn segera. Aku lepas segera semua baju yg aku kenakan juga CD aku. Sudah tak ingat lagi antara boss dan karyawatinya. Aku sekarang sendirian di ruang elektronik, lampu sudah aku hidupkan kembali, sambil merokok dan
menunggu Diana kembali ke ruang ini, aku termangu-mangu. “Ayo kita pulang” aku mengingatkan, jam sudah menunjukkan jam 2 malam. Aku mengangguk. “Sudahlah pak,
dicoba daripada nanti kita diklaim nanti aku yg repot” dia menyahu “Cobalah Pak, tak usah sungkan, biar aku pamit pulang dulu” Pak Sebastian










