“Silahkan masuk Dik, langsung aja makan bareng, kami baru aja mulai. Bokep China Ia nampaknya tetap pasrah, malah ikut bersandar kepundakku, sehingga kepalaku saling bersentuhan.“Dar, aku sangat mencintaimu sayang. “Yah, nggak apa-apa Bu, jika Ibu masih percaya padaku. Masuklah aja tidur, di kamar sebelah ada sarung”, katanya sambil berdiri lalu mematikan TV kemudian masuk ke kamarnya. Mereka masih berdiri berhadap-hadapan karena kami tidak mempunyai kursi sama sekali di rumah itu.Lampu yang kami gunakan untuk belajar setiap malam di rumah kost itu, bukan dari listrik, melainkan lampu sumbu yang terbuat dari kaleng susu, yang terletak menyala di lantai. “Dit, ada sayur dan ikan bakar saya bawa, siapa tahu belum makan, masih panas-panas lagi, makanlah, aku mau pulang dulu” lanjutnya sebelum aku bicara sambil berbaik arah ke pintu mau pulang.“Dar, duduk dulu, kita bincang-bincang sebentar, siapa tahu kami nanti tidak tinggal lagi di sini setelah




















