Tentu saja aku jadi bingung melihat ia membisu seribu bahasa. Ini benar-benar gawat dan bencana bagiku. Bokep Mama Tak terasa aku bergidik jika membayangkan hal itu terjadi. Untungnya suasana sangat mendukung hingga semua penghuni rumah tak mengganggu kami lagi. Yang ku tahu, Mbak yang satu ini sangat dekat denganku, di banding Mbak Dwi, Mbak Erna atau Mbak Asih. Ku rasa kulit tubuhku mulai meriang, panas dingin, seperti ketika menjelang sakit influenza. Dulunya, ia bekas istri seorang Ambtenaar, makanya masih sering menunjukkan prilaku layaknya pejabat. Sial benar,” tukasku menggerutu. Aku sendiri sebenarnya sudah agak mengantuk, tapi, demi sesuatu yang bisa bikin aku panas dingin, aku rela menunggu. “Ehh.. Nenek benar-benar terlelap. Wajahnya tampak semakin cantik, dengan hidung mancung dan bibir kemerahan seperti habis makan sambal.




















