Aku merasakan diriku sesak napas. Bokep Crot Kami berpandangan sebentar. Aku terus menggerakkan jariku. Dan keras. Suara air hujan menderu keras sekali di atas atap. Tangan ibu itu masih mengelus pahaku. Sebuah penis kecil yang sudah amat basah. Aku segera menutup mata. Merasakan bentuknya. Cukup tebal. Orang-orang makan malam dan ke belakang. Aku kembali mengelus pahanya. Aku merasakan lipatan vertikal. Kadang aku ingin, sekali-kali memberontak, melanggar aturan. Pernah membayangkan membuka kancing-kancing besar pada kain jeans? “Dereng mas, jogja ya? “Nuwun nggih mbak.”Aku duduk menunggu. Rongga itu seperti tidak berujung. Aku paling suka gelap. Sedikit bergelombang. Apalagi oleh suaminya yang hanya duduk 50 cm di seberangnya. Hari ini aku pulang ke Jogja, ke tempat kelahiranku untuk bertemu dengan keluarga.Hidupku sungguh sempurna. Kemudian menekannya.









