Perahu kami kayuhke kolong rumah dan kami naik ke atas. Bokep Arab Suara-suara burung bercicit-cicit di atas dahan-dahan bakau dan sesekali mereka berkejaran. Ada beberapa yang dapat dan ada yang masih korong. “Andaikan kita tidak bersaudara ya Mas,” kata Suti. Aku pun meanggilnya Bu ne. Aku mengangguk. Sampai akhirnya mereka merenggang dan Suti menangis. Aku mendengar sesekali dia mendesah. “Mas…aku takut,” kata Suti. “Ibu takut membuangnya,” jawab ibu. Amir membalas mengelus-elus memek Suti dan Amir melepaskan celananya. Perahu memang tertambat di bawah rumah kami yang airnya lebih setinggilutut. “Apa kamu mau?” tanya ibu. Apa namanya itu bukan sayang?” tanyaku pula. “Nanti dilihat orang,” bisiknya. Setelah setengah kontolu masuk ke lubang belakangnya, aku merasa kontolku dipijat-pijat.




















