Setelah itu dia berjalan keluar toko lalu menepuk-nepuk tangannya, memanggil supir pribadinya yang sedang berada di dalam mobil tak jauh dari toko, hanya berjarak beberapa meter saja, meminta untuk di jemput karna di luar ini masih hujan.Tapi nampaknya sang sopir tertidur dan tak mengetahui Sava memanggilnya. Savana yang saat ini ku lihat bukanlah Savana sebelum 13 hari yang lalu. Bokep China Takdir sederhana yang memaksanya terkungkung dalam sangkar raksasa berlabel, Status Sosial.Kini semuanya berubah. Saat itu dia masih selalu mengeluh atas apa yang Tuhan berikan padanya. Aku mempererat dekapanku, sambil mengecup rambut indahnya yang terjuntai lurus sampai pinggang, aku berkata, “aku mencintaimu, seperti apapun kamu nanti.”“Qora !” Sava menggenggam kedua tanganku lalu menempelkan mulutnya, menghembuskan nafas lembut, “saat aku tua nanti, dan saat volume otakku semakin menyusut dari waktu ke waktu. Seluruh gerak tubuhnya terhenti, detak jantungnya terpacu kencang.




















