Kugigit, kujilat dan kupilin-pilin penuh nafsu. ”Ah, maaf, mbak.” aku buru-buru minta maaf. Bokep Jilbab/Hijab tak tertahankan rasanya. Rasanya ingin menampar mukaku sendiri. Apakah… “Temannya, eh pacarnya itu, sudah punya istri ya, mbak?” Oke, ini sudah keterlaluan dan aku tak tersinggung jika dia minta turun. Kuberikan dia kesempatan untuk menikmati puncak kenikmatan itu. Tanganku yang tidak bisa diam kini turun untuk meraih celana jeansnya. Kulirik jam di dashboard, lewat 34 menit dari jam 1 pagi dan sekarang juga bukan akhir pekan. Kumasukkan tanganku ke blusnya. Tanganku yang tidak bisa diam kini turun untuk meraih celana jeansnya. ”Ooghhhhh.. Tak puas cuma dengan tangan, segera aku singkap blus yang dipakainya ke atas. Terima kasih, pak. *** Esok harinya, bagaikan deja vu, kembali taksiku dihentikan olehnya, masih di tempat dan jam yang sama.




















