Pakde Marto memakai celana kolornya yang basah jatuh di pematang dan kembali meraih cangkulnya.Langit yang cepat cerah kembali nampak biru dengan sisa awan yang berarak menyingkir. Dan sang “setan lewat” kembali hadir menawarkan berbagai pertimbangan dan keputusan.Surti yang ditimpa hujan dan hawa dingin menggigil. Bokep Arab Keringat mereka bercucuran rancu dengan air hujan yang membasahi sebelumnya. Dan dengan jambakan tangannya pada rambut Pakde Marto, bak kuda betina yang lepas dari kandangnya Surti memacu seluruh saraf-saraf pekanya. Sang “setan lewat” cepat berlalu untuk menghadap atasannya dengan laporan bahwa otomatisasi setannya sudah ditinggal dan terpasang dalam posisi “ON” pada setiap dada korbannya. Dan pelan-pelan tetapi pasti kontol di balik kolornya mulai menghangat dan bangun. Pakde Marto tidak kehilangan arah. Mereka berdua memutuskan untuk berhenti dulu menunggu hujan sedikit reda.Surti bisa menurunkan beban gendongannya ke amben bambu yang ada di situ.




















