Tante jugamasih belum ngantuk. Tapi itu menjadikan darahku bergejolak lebihderas lagi.“Straight … Bernas … One Pair … Yes tantemenang. Bokep Cina Tante dah laper banget,maupingsan dah.”Sambil malas-malasan aku bangun dari sofa.Kulihat tante Ani sedang membenarkan posisiroknya kembali. Aku punya perasaan kalo tante Ani sengajauntuk mengalah dalam bermain poker malamitu. Kalo dah enak jadi lupa orang kamu yah.”kata tante sambil mengelus lembut rambutku.“Masih ngantuk nih tante … makan di rumah ajayah? Tanpadiberi komando,tante Ani tiba-tiba melepascelana dalamnya sendiri. Mungkin saking‘horny’-nya,otak tante Ani memberikan instinctbawah sadar kepadanya untuk segera melepascelana dalamnya.Aku ingin sekali melihat kemaluan tante Ani saatitu,namun tante Ani tiba-tiba menarik tangankananku untuk mendarat di kemaluannya.“Alamak …”,pikirku kaget. Seringistilah kehidupan kami bak ‘gali lubang tutuplubang’. Tiba-tiba bel rumah berbunyidan waktu itu masih jam 5:30 sore di hari Sabtu.Ayah dan ibu baru 1/2 jam yang lalu berangkatke Bandung.




















