Hiih!”Duh, saya sudah nggak tahu lagi apa yang keluar dari bibir saya, atau seperti apa kelihatannya saya. Kamu ikutin aja kataku, nanti kubayar kamu, ya?”Lantai atas toko beras itu rumah Juragan. Bokep Cina Ee, ternyata ibu pemilik kontrakan lagi nangkring di depan.“Siang-siang kok udah balik, Denok? Badan saya diguncang-guncang, kepala saya menenggak-nenggak, sepasang susu saya gondal-gandul, digoyang gerakan Juragan. Ah, tapi sedunia cuma saya sendiri yang nganggap muka saya jelek. Juragan terus memain-mainkan itil saya tanpa ampun. Nggak tahulah… Tapi yang terjadi malah tangan saya mulai meraba-raba selangkangan saya, memainkan itil saya seperti yang dilakukan Juragan tadi…*****Saya si Denok, penari jalanan. Saya anak semata wayang, sekelüarga petani penggarap yang tak berpünya. “Tanganmu disingkirin dong? Tapi saya harus bilang. Saya langsung buka pakaian serta sanggul, masuk kamar mandi, dan mandi…ngguyur sekujur tubuh, cuci muka. Di kontolnya kelihatan bercak darah, darah perawan saya!










