Hanya beberapa kalimat “Black Label double” pernah kuucapkan sebagai komunikasi nyata antara aku dengannya.Malam itu malam minggu. Sex Bokep Kedua tangannya bertumpu di atas meja. Sudah capek aku menasehatimu, tapi kelakuannmu tidak juga berubah.”
“Okay Fel, Thanks and sorry for every trouble you got,” kataku sambil bediri, bersiap untuk pulang.Ketika melewatinya ia menangkap tanganku. Banyak cewek-cewekku yang jauh lebih menarik untuk kuajak ke tempat tidur. Hari yang melelahkan. Bisa berkepanjangan kalau aku bicara dengannya. Kususupkan tangan kananku ke balik kaus dalamnya, masuk ke dalam BH-nya. “Udah bangun?”
Kuberikan senyumku yang termanis. Ternyata..?Tidak ada yang jelek dari Felly. Ini yang kusukai dari cewek-cewek itu. Sejak itu aku tak tahu kabar beritanya.Entah apa yang dibicarakannya dengan teman-temannya. Felly menampakkan wajahnya di jendela belakang. Tapi mengapa setiap ketemu dengannya aku selalu merasa membutuhkannya. Ada apa sebenarnya dengan dirinya? Aku duduk. Panas, itu yang kurasakan. Kubuat sikapku persis seorang




















